Korban Jiffest, euy!
December 27th, 2007 by putchaLama tak menulis. Kangen pengen cerita-ceritaaa…aa… Dan saat ini adalah saat yang paling pas! Dimana kerjaan kantor tidak terlalu menumpuk (Hey! You haven’t finished your final exam take home test you lazzzy asss!). Ahh, tapi sutralah, mari nimati waktu lenggang ini dan menulis!!!
Tapi…
Apa ya yang mau ditulis? Bwhahaha, basi banget. Sebetulnya banyak banget kejadian akhir-akhir ini yang semuanya patut ditulis! Dari kejadian awal Desember 2007 (OMIGODE 4 days left to 2008!) sampai hari ini…
Yang pertama mungkin perihal JIFFEST, momen yang mengisi hari-hari awal di bulan Desember (7- 16 Desember 2007 yang lalu). Yah, Jiffest alias Jakarta International Film Festival adalah agenda wajib kunjung dan tonton bagi movie-goers- or should I say movie freak Jakarta. Eike sendiri yang sudah kepalang dicap tau tentang film sama sekali belum pernah dateng ke yang namanya Jiffest! Padahal ini sudah kesembilan kali Jiffest dilangsungkan di Ibu Kota. Alasannya ada dua, yang pertama…gue kuliah di Bandung (beuh, padahal tahun 1999 masih di Jakarta tuuh) dan kedua, gue hanya menganggap Jiffest sebagai ajang bagi para crowd-seeker (baca: anak gawl Jakarta) untuk menunjukan eksistensi mereka. Eits! Tapi ini hanya judgement awal saya saja lohh….ternyata gak sepenuhnya benar. Hehe.
Kala itu seminggu sebelum pemutaran film pertamanya, saya sudah mendapat booklet dan jadwal film The 9th Jiffest (saya mendapatkannya dari Abang saya yang emang hobi banget nonton film, sampe-sampe dia ngambil 9 booklet yang dia sengaja ambil untuk satu orang satu buat penduduk rumahà buat pembantu juga!! Gyahh..), lalu saya langsung sok sibuk ngotret2x jadwal film yang kira-kira memungkinkan bisa ditonton –regardless tuh film bagus atau kagak. Yang gue pikirin adalah, tuh film bisa gue tonton disela-sela waktu kuliah dan kerja apa gak….lagian dah lama gak nonton ( di rumah, di bioskop, dimana-mana..).
Sehubungan dengan ini kali pertama menuntun Jiffest, otomatis gue gak tau animo masyarakat ternyata SEBESAR itu….pas mau pesen “membership card”, gue harus manyun…karena kehabisan tiket! Tiket yang habis kebanyakan film-film WORLD CINEMA & PANORAMA (kebanyakan sih yang nantinya film2x ini akan tersedia di pasaran dalam bentuk DVD bajakan maupun original). Selain world cinema, film JIffest dibagi menjadi beberapa tipe antara lain HOUSE OF DOCS & VARIETY (film documenter), dan film-film FREE SECREENING; Film Indonesia, film South East Asian films (SEA/ Asean), Swedish shorts, Germany, dll.
Singkat cerita…dengan perjuangan keras, saya bisa menonton beberapa film. Dan jujur, saya sungguh merasa seperti KORBAN JIFFEST . Gyahkkk…karena lebih banyak dukanya dibanding suka!
Sekedar Tips untuk Jiffest yang akan dating, biar gak merasa sebagai korban Jiffest seperti saya…uhuhuhu:
- Pilihlah film dengan sebijak-bijaknya. Maksudnya adalah, pilihlah film yang kemungkinan Anda bisa menonton ditempat lain (sumber lain seperti dvd, vcd, dll) dan membutuhkan effort yang lebih besar (seperti mendownload) adalah kecil. Hal ini terasa bodoh bagi saya…yang menonton sebagian film yang nantinya akan di-DVD kan!
Karenanya, cara paling oke adalah, pilih film documenter dan film pendek -yang kebanyakan idenya suka ajaib banget dan absurd tapi inspiring!- ; dalam Jiffest bisa pilih film-film SEA express, dari sini kita bisa lihat kemampuan negara2x tetangga kita dalam menggarap filmnya (S-Express Thailand, Philippines, Malaysia, dll) atau Swedish shorts (katanya bagus-bagus! Huhu). Pemutaran untuk film-film ini pun murah, hanya 10rb untuk documenter dan bawa body alias gratis untuk film SEA dan film pendek.
- Setelah dipilih, cocokkan dengan waktu yang paling sesuai dengan jawdal Anda. Bagi saya yang Senin-Kamis kerja plus kuliah, saya hanya bisa menonton film jam 2130-2145 an. Hal ini terasa BERAT pada akhirnya.
Karena: dengan ini gue harus mengeluarkan biaya transpo yang gak sedikit (baca: minimal 35 ribu by express taxi tariff lama dengan rute Djakarta theater/ Blitz Grand Indo – Pulomas). Dan besok paginya?? Gue bangun kesiangan dan telat masuk kantor! Artinya kalo gue bangun kesiangan, gue gak bisa nebeng sama pak boss gue…(ujung-ujungnya duit transport pagi yang bisa dihemat sebesar 15rb harus terpakai). BERAT DIONGKOS dan BERAT DIMATA (ngantuk pas kerja dan kuliah!)
Dan janganlah bertindak bodoh serta tak senonoh. Hal ini saya rasakan ketika menonton Across the Universe pada hari Minggu malam (mulainya telat pula jam 22!), padahal besok nya saya ada ujian dan harus ngasih briefing di kantor! Timing yang sungguh tidak tepat…
- Laluu…Ingat ya, karena ini INTERNATIONAL FILM FESTIVAL, jangan harap ada subtitle English dan (boro-boro) Bahasa pada film yang menggunakan bahasa English. Cermati di catalog/ booklet.disana ada keterangan film mana dengan subtitle apa.
Kasus: Nonton Film Elizabeth The Golden Age. Film yang SEHARUSNYA menjadi film yang sangat bagus bagi banyak orang ini terasa sangat membosankan sekali…ini karena saya gak ngerti, ngemeng nya terlalu cepet dan aksen british gituuu!! Wal hasil? Saya tertidur yaah..kuranglebih 45 menit-an lah. Padahal temen saya menontonnya dengan amat semangat dan di akhir film saya harus menunjukkan wajah “WOOW! Keren banget ya boo!”, haha..padahal…zzz..zzzz…zz (huhuhhu).
Selain Elizabeth, saya juga gak ngerti sama sekali pas nonton film Guide to Recognize your Saints! (tapi I’m not alone loh, pas lampu menyala..tampak banyak tampang2x ngantuk dan bete karena…gak ngerti juga!!! Ahhaha). Saya sendiri yakin, ini film harusnya bagus…ntar deh, tonton DVD nya aja! (sumpah, gue ngerasa bodoh banget ps nonton nih film, menjadi bukti nyata bahwa emang boso English gue pas-pasann…!)
- Jangan nonton film yang kira-kira lo gak akan ngerti (dari resume film kadang kita bisa tahu “ini film gue banget!” atau “kayaknya gue gak bakal suka deh…”. Nah ini kejadian pada saat nonton Paprika! (Japan, 2006, Yasutaka Tsutsui/ Satoshi Kon) . Film ini sebetulnya gada di booklet tapi dijadikan film tambahan dan ditaruh pada hari pertama Jiffest. Karena mengejar MOMEN film hari pertama dan kebetulan seorang sahabat merekomendasikannya, maka saya tontonlah fim itu…kali ini bukan bahasa yang menjadi kendala, karena ada subtitlenya (awas aja pake bahasa jeoun gada subtitle!!), tapi konten filmnya itu sendiri sangat susah dimengerti..keabsudan yang amat sangat tinggi!…Jadilah film itu gagal total (lagi) bagi saya. Kayaknya IQ gue gak nyampe deh untuk mengapresiasi film itu..uhuhuuhu.
- Tontonlah film yang walau pun ntar ada DVDnya tapi lo suka danlayak ditonton di bioskop! Nah, gue sangat suka film dengan sontrek yang bagus…makanya Across the Universe dengan sontrek all by Beatles (God knows how much I love The Beatles) menjadi film yang sangat layak tonton, gak percuma deh gue pulang jam setengah dua pagi dan besoknya ujian…huhu. Selain Across ada juga film Germany ; Vier Minuten (2006) yang disutradarai olej Chris Kraus. Film ini menampilkan permainan piano yang canggih banget, sumpah keren!! Dan satu lagi yang paling sukses adalah Two days in Paris, I always love French Movies dan Julie Delpy..dan film ini mengingatkan akan before sunset dan sunrise (guebelumnonton yang Sunrise). Anehnya, wlalau tidak menggunakan subtitle, gue bisa paham sepenuhnya film ini. FYI, isi film ini 99% adalah percakapan dan dialog yang terus menerus… tapi mungkin karena dialognya menggelitik dan pronounce nya juga jelas, eike paham seutuhnya! Huwhuhu. Ohya, surprise diakhir film ada lagu yang dinyanyikan duet Julie dengan Nouvelle Vague! Pas lah!
Apa lagi ya? Yaa..palingan itu aja sih tips-tipsnya! Dan jangan pernah takut pergi sendirian ke Jiffest..karena disana lo akan menemui banyakkk banget orang yang juga sendiri! Heheheh..ini bisa menjadi pembuktian juga, bahwa yang dateng ke Jiffest gak cuman numpang eksis, tapi emang nyari momen pas untuk memuaskan hasrat menonton!
Salam,
Chics