Korban Jiffest, euy!

December 27th, 2007 by putcha

Lama tak menulis. Kangen pengen cerita-ceritaaa…aa… Dan saat ini adalah saat yang paling pas! Dimana kerjaan kantor tidak terlalu menumpuk (Hey! You haven’t finished your final exam take home test you lazzzy asss!). Ahh, tapi sutralah, mari nimati waktu lenggang ini dan menulis!!!

Tapi…

Apa ya yang mau ditulis? Bwhahaha, basi banget. Sebetulnya banyak banget kejadian akhir-akhir ini yang semuanya patut ditulis! Dari kejadian awal Desember 2007 (OMIGODE 4 days left to 2008!) sampai hari ini…

Yang pertama mungkin perihal JIFFEST, momen yang mengisi hari-hari awal di bulan Desember (7- 16 Desember 2007 yang lalu). Yah, Jiffest alias Jakarta International Film Festival adalah agenda wajib kunjung dan tonton bagi movie-goers- or should I say movie freak Jakarta. Eike sendiri yang sudah kepalang dicap tau tentang film sama sekali belum pernah dateng ke yang namanya Jiffest! Padahal ini sudah kesembilan kali Jiffest dilangsungkan di Ibu Kota. Alasannya ada dua, yang pertama…gue kuliah di Bandung (beuh, padahal tahun 1999 masih di Jakarta tuuh) dan kedua, gue hanya menganggap Jiffest sebagai ajang bagi para crowd-seeker (baca: anak gawl Jakarta) untuk menunjukan eksistensi mereka. Eits! Tapi ini hanya judgement awal saya saja lohh….ternyata gak sepenuhnya benar. Hehe.

Kala itu seminggu sebelum pemutaran film pertamanya, saya sudah mendapat booklet dan jadwal film The 9th Jiffest (saya mendapatkannya dari Abang saya yang emang hobi banget nonton film, sampe-sampe dia ngambil 9 booklet yang dia sengaja ambil untuk satu orang satu buat penduduk rumahà buat pembantu juga!! Gyahh..), lalu saya langsung sok sibuk ngotret2x jadwal film yang kira-kira memungkinkan bisa ditonton –regardless tuh film bagus atau kagak.  Yang gue pikirin adalah, tuh film bisa gue tonton disela-sela waktu kuliah dan kerja apa gak….lagian dah lama gak nonton ( di rumah, di bioskop, dimana-mana..).

Sehubungan dengan ini kali pertama menuntun Jiffest, otomatis gue gak tau animo masyarakat ternyata SEBESAR itu….pas mau pesen “membership card”, gue harus manyun…karena kehabisan tiket! Tiket yang habis kebanyakan film-film WORLD CINEMA & PANORAMA (kebanyakan sih yang nantinya film2x ini akan tersedia di pasaran dalam bentuk DVD bajakan maupun original). Selain world cinema, film JIffest dibagi menjadi beberapa tipe antara lain HOUSE OF DOCS & VARIETY (film documenter), dan film-film FREE SECREENING; Film Indonesia, film South East Asian films (SEA/ Asean), Swedish shorts, Germany, dll.

Singkat cerita…dengan perjuangan keras, saya bisa menonton beberapa film. Dan jujur, saya sungguh merasa seperti KORBAN JIFFEST . Gyahkkk…karena lebih banyak dukanya  dibanding suka!

Sekedar Tips untuk Jiffest yang akan dating, biar gak merasa sebagai korban Jiffest seperti saya…uhuhuhu:

  1. Pilihlah film dengan sebijak-bijaknya. Maksudnya adalah, pilihlah film yang kemungkinan Anda bisa menonton ditempat lain (sumber lain seperti dvd, vcd, dll) dan membutuhkan effort yang lebih besar (seperti mendownload) adalah kecil. Hal ini terasa bodoh bagi saya…yang menonton sebagian film yang nantinya akan di-DVD kan!

Karenanya, cara paling oke adalah, pilih film documenter dan film pendek -yang kebanyakan idenya suka ajaib banget dan absurd tapi inspiring!- ; dalam Jiffest bisa pilih film-film SEA express, dari sini kita bisa lihat kemampuan negara2x tetangga kita dalam menggarap filmnya (S-Express Thailand, Philippines, Malaysia, dll) atau Swedish shorts (katanya bagus-bagus! Huhu). Pemutaran untuk film-film ini pun murah, hanya 10rb untuk documenter dan bawa body alias gratis untuk film SEA dan film pendek.

  1. Setelah dipilih, cocokkan dengan waktu yang paling sesuai dengan jawdal Anda. Bagi saya yang Senin-Kamis kerja plus kuliah, saya hanya bisa menonton film jam 2130-2145 an. Hal ini terasa BERAT pada akhirnya.

Karena: dengan ini gue harus mengeluarkan biaya transpo yang gak sedikit (baca: minimal 35 ribu by express taxi tariff lama dengan rute Djakarta theater/ Blitz Grand Indo – Pulomas). Dan besok paginya?? Gue bangun kesiangan dan telat masuk kantor! Artinya kalo gue bangun kesiangan, gue gak bisa nebeng sama pak boss gue…(ujung-ujungnya duit transport pagi yang bisa dihemat sebesar 15rb harus terpakai). BERAT DIONGKOS dan BERAT DIMATA (ngantuk pas kerja dan kuliah!)

Dan janganlah bertindak bodoh serta tak senonoh. Hal ini saya rasakan ketika menonton Across the Universe pada hari Minggu malam (mulainya telat pula jam 22!), padahal besok nya saya ada ujian dan harus ngasih briefing di kantor! Timing yang sungguh tidak tepat…

  1. Laluu…Ingat ya, karena ini INTERNATIONAL FILM FESTIVAL,  jangan harap ada subtitle English dan (boro-boro) Bahasa pada film yang menggunakan bahasa English. Cermati di catalog/ booklet.disana ada keterangan film mana dengan subtitle apa.

Kasus: Nonton Film Elizabeth The Golden Age. Film yang SEHARUSNYA menjadi film yang sangat bagus bagi banyak orang ini terasa sangat membosankan sekali…ini karena saya gak ngerti, ngemeng nya terlalu cepet dan aksen british gituuu!! Wal hasil? Saya tertidur yaah..kuranglebih 45 menit-an lah. Padahal temen saya menontonnya dengan amat semangat dan di akhir film saya harus menunjukkan wajah “WOOW! Keren banget ya boo!”, haha..padahal…zzz..zzzz…zz (huhuhhu).

Selain Elizabeth, saya juga gak ngerti sama sekali pas nonton film Guide to Recognize your Saints! (tapi I’m not alone loh, pas lampu menyala..tampak banyak tampang2x ngantuk dan bete karena…gak ngerti juga!!! Ahhaha). Saya sendiri yakin, ini film harusnya bagus…ntar deh, tonton DVD nya aja! (sumpah, gue ngerasa bodoh banget ps nonton nih film, menjadi bukti nyata bahwa emang boso English gue pas-pasann…!) 

  1. Jangan nonton film yang kira-kira lo gak akan ngerti (dari resume film kadang kita bisa tahu “ini film gue banget!” atau “kayaknya gue gak bakal suka deh…”. Nah ini kejadian pada saat nonton Paprika! (Japan, 2006, Yasutaka Tsutsui/ Satoshi Kon) . Film ini sebetulnya gada di booklet tapi dijadikan film tambahan dan ditaruh pada hari pertama Jiffest. Karena mengejar MOMEN film hari pertama dan kebetulan seorang sahabat merekomendasikannya, maka saya tontonlah fim itu…kali ini bukan bahasa yang menjadi kendala, karena ada subtitlenya (awas aja pake bahasa jeoun gada subtitle!!), tapi konten filmnya itu sendiri sangat susah dimengerti..keabsudan yang amat sangat tinggi!…Jadilah film itu gagal total (lagi) bagi saya. Kayaknya IQ gue gak nyampe deh untuk mengapresiasi film itu..uhuhuuhu.

  1. Tontonlah film yang walau pun ntar ada DVDnya tapi lo suka danlayak ditonton di bioskop! Nah, gue sangat suka film dengan sontrek yang bagus…makanya Across the Universe dengan sontrek all by Beatles (God knows how much I love The Beatles) menjadi film yang sangat layak tonton, gak percuma deh gue pulang jam setengah dua pagi dan besoknya ujian…huhu. Selain Across ada juga film Germany ; Vier Minuten (2006) yang disutradarai olej Chris Kraus. Film ini menampilkan permainan piano yang canggih banget, sumpah keren!! Dan satu lagi yang paling sukses adalah Two days in Paris, I always love French Movies dan Julie Delpy..dan film ini mengingatkan akan before sunset dan sunrise (guebelumnonton yang Sunrise). Anehnya, wlalau tidak menggunakan subtitle, gue bisa paham sepenuhnya film ini. FYI, isi film ini 99% adalah percakapan dan dialog yang terus menerus… tapi mungkin karena dialognya menggelitik dan pronounce nya juga jelas, eike paham seutuhnya! Huwhuhu. Ohya, surprise diakhir film ada lagu yang dinyanyikan duet Julie dengan Nouvelle Vague! Pas lah!

Apa lagi ya?  Yaa..palingan itu aja sih tips-tipsnya! Dan jangan pernah takut pergi sendirian ke Jiffest..karena disana lo akan menemui banyakkk banget orang yang juga sendiri! Heheheh..ini bisa menjadi pembuktian juga, bahwa yang dateng ke Jiffest gak cuman numpang eksis, tapi emang nyari momen pas untuk memuaskan hasrat menonton!

Salam,

Chics

Kabar dari sahabat terkasih

October 19th, 2007 by putcha

Okay, I must admit that actually, i don’t have the book "Survival for LDR" yang pernah menjadi primary foto saya diminggu-minggu lalu. I thought I got the .pdf version of the book, but then..it’s only the review! Uhuhu…tapi tetep terlanjur, coz everyone give their comment about the book. Haha. Mahap hey kawans…i only got the pic, not the content..boohoo. ;DD

Anywayyy,…

Sutralah. Toh sekarang saya mengalaminya. Hee. walau tanpa pedoman buku apapun, saya sekarang sudah kecebur dalam status: In a Long Distance Relationship. Walau sebetulnya nih status isn’t really NEW to me…karena sebelumnya saya juga LDR-an..namun sebatas jarak Jakarta-Bandung, hanya 2 jam jarak tempuh via tol Cipularang, PP 100 ribu via X-trans,  hanya 50/ menit via Esia, hanya Rp. 350 via Indosat-Telkomsel, dan tentunya hanya 5 hari gak ketemuan dalam seminggu.

Sekarang?

Saya di Jakarta, dia di Kiel. Sms-an? 4000 per sms. Telpon? entah berapa, Jarak tempuh? 12 jam, biaya kurang lebih 8 juta dengan pesawat mure, dan lain.dan lain… Tapi itu khan cerita lama…..sekarang ada teknologi bernama VOIP dan SKYPE -yang sejujurnya saya belom pernah coba…hehe, gaptek gila- dimana kedua teknologi tersebut akan mempermudah KOMUNIKASI.

Lantas? beres dong urusan. Kalo chating mau tatap-tatapan bisa pake webcam, walau gambarnya menyot-menyot. Kangen? juga tinggal telpun murah. Pokoknya kalo dari sisi komunikasi urusan menjadi mudah.

Hanya…nampaknya nih, masalah akan mulai timbul JIKA salah satu dari saya atau pun Ara (or any couple who do LDR), mulai tidak ada waktu untuk berkomunikasi. Entah karena sibuk atau perbedaan waktu. Tapi yasutralah, I’m sure we can work it out with effective communication…dats why I study communication management aight? ;D

Tujuh hari sudah saya ditinggal pergi. Dalam 7 hari itu…Ara sempet menelpon 1 kali pas Lebaran, itu pun hanya ngomong 12 detik. Kedua kalinya dia menelpon, hanya 10 detik. Ketiga kalinya di menelpon hanya 8 detik. Wawaaa??!! ada apa ini? apa dia begitu miskin disana…sehingga cuman bisa memasukkan beberapa koin sen saja? atau di Kiel seperti hutan belantara yang gada internet? (karena dia gak bales2 3 email saya yang berisi sapaan, makian, dan permintaan maaf karena memaki), atau mungkin juga……dia melupakan saya karena sudah bertemu dengan muslim jerman yang jauuuh lebih cantik,putih,kurus,dan pintar dari saya? aaaa….mulailah keparnoan saya menggila.

Tadi malam saya mimpi buruk. Gada hubungannya dengan Ara. Tapi mood pagi saya berhasil dibuat ribet oleh mimpi tak sembrono itu. Saya ambil HP saya…dan ada  1 new message. Dari nomornya yang berkepala +4 sekiansekian…saya kegirangan. Dan…haaaaa!! dari Araaa!! wuihhh…sms pertama  dari dia. Syukurlah, ternyata dia tau cara membeli sim card baru disana ;P dan pas buka email…ada balasan email.

Senengnya bukan main….apalagi ada kata-kata gombal: Loveu always. melebihi seluruh partikel debu yg ada di jagat raya ini.

Huhuy!

Baiklahs,sampai sini dulu. Secara belum menemui kendala2x berarti juga sihh..hoho.

‘Hanya curhat belaka

October 17th, 2007 by putcha

Gak pengen komplain sih sebetulnya.

Tapi Jakarta kerasa nikmat banget pas libur lebaran..andaikan tiap hari kayak gini. Kayaknya betah deh tinggal di Jakarta. Huhu.

Jadi kepikiran..kalau disuruh milih tempat tinggal..agaknya gue memilih untuk tinggal dipegunungan atau pedesaan, hidup sebagai yang empunya peternakan/ ranch..jadi pengusaha kampung. Yang kalau pagi bisa jalan pagi..bermandikan sinar matahari dan udara yang masih segar (oh yeah, i do miss freash air), trus minum susu hasil perahan sapi sendiri, trus kongkow-kongkow depan rumah…ketawaan sama suami, anak..hmm, hidup berjalan lambat mengikuti ritme pedesaan. Pokoknya hidup yang nampaknya membosankan, tapi kalau diliat lebih jauh…mungkin bisa jadi hidup yang produktif dan bawa berkah. Bisa lebih deket sama keluarga, berperan sebagai ibu rumah tangga, pengusaha, deket sama tetangga, banyak waktu untuk ibadah, deket ke alam, and so on..so on…

Kayaknya gue anggap ini sebagai impian buat masa pensiunan…oh, semoga masih ada hari untuk lebih dekat dengan alam.

I miss green environment, blue sky, clear water.

I wanna live far..far away from the hustle-bustle of the city. Ingin hidup rukun dan tidak disibukkan dengan pikiran "Ah, Zara lagi sale..ayo serbuuu!" (demi membeli sepatu made in china yang kalo dipake bikin lecet kaki lo..even it’ll look cute) atau "Nyetar-bucks yuk!" (dan merogoh 36 ribu untuk tambahan kalori ditubuh, demi life style smata), dan kesemuan dunia lainnya.

Saya memilih tinggal dekat dengan alam…segembel2xnya baju, yang penting bersih dan nyaman.

Agh…one day…semoga.

Wiskul #3; Oleh-oleh dari Kampuang

July 21st, 2007 by putcha

Liburan yang ditunggu-tunggu anak sekolah pun tiba….ini Summer bung! bulan Juli! Walau gak ada perbedaannya buat orang kerja macam saya, tapi demi berlibur dengan keluarga -apalagi ke ranah minang yang awak rindukan- cuti pun diambil! Jadilah 5 hari penuh dengan makan-makan, petualangan, dan menemukan cinta sejati pada tanah leluhur…

Berangkat

Karena kebodohan saya, saya terpisah jadwal penerbangan dengan anggota keluarga lainnya. Dan demi menghemat uang, saya berangkat ke Bandara Cengkareng dengan menggunakan Bus Damri dari Terminal Rawamangun. Jam 12.47 bus itu pun melaju. Agak deg-degan, takutnya bus itu ngetem sana-sini dan saya akan telat sampai di CKG…Nyatanya jam 13.47 bus sudah tiba di terminal keberangkatan domestik CKG dan saya masih punya banyak waktu untuk check in dsb, ah…alhamdulillah…dengan 15 ribu dan duduk nyaman-nyaman saja, saya pun tiba (ini pertama kalinya saya ke CKG naik Damri, dan mulai saat itu saya berikrar tidak mau naik mobil atau naik taksi kalau gak penting-penting banget! mahal..).

Well anyway..dengan Delay kurang lebih 40 menit, saya pun terbang dengan Batavia Air yang pas selama perjalanan saya dzikirrrr terus. Saya sudah merasa akan mati saat melakukan penerbangan, pasalnya 20 menitan sebelum tiba di Bandara Intl Minang Kabau, pesawat bergerak naik turun karena cuaca buruk saat melintasi dataran Sumatera Selatan. Setelah nangis bombay (sumpah, suasana mencekam abis…sampai ada yang treak2x gitu), akhirnya tibalah saya dan penumpang lainnya dengan selamat sentosa di ranah minang. Alhamdulillah.

Di Bandara Minang Kabau, saya disambut oleh Bunda + adik2x dan Tante Evi, sepupu bunda yang sudah belasan tahun gak ketemu. ”Wah..Chica ini emang Padang banget lah!”, katanya sambil tertawa setelah berinteraksi denagn saya hanya dalam 5 menit saja. Entahlah, mungkin karena suara besar, dominan, dan gaya saya memang mencerminkan wanita Padang sekali??!! Saya hanya tersenyum mendengar pernyataannya, Yah, I am.

Itinerary

Tujuan wisata kali ini adalah; berkunjung ke tanah leluhur, memperkenalkan kebudayaan minang terutama untuk adik-adik (dan untuk Bunda dan Saya juga sih secara gak pernah balik ke kampuang), ke Bukittinggi, dan tentunya…kuliner!

Padang - Pariaman - Padang Panjang - Maninjau- Bukittinggi - Tanah Datar- Agam- Payakumbuh- Lima Pulu Koto. Btw ini kayaknya kebalik-balik…hehe, tapi kurang lebih itulah kabupaten yang dikunjungi.

Objek Wisata

Selama perjalanan yang cukup melelahkan selama 4 hari 4 malam di Ranah Minang, saya tak heti-hentinya berdecak kagum pada pemandangan sekitar. Dari Kota Padang ke Bukittinggi kita melewati Kota Pariaman dan Padang Panjang yang selama mata memandang…hamparan sawah, gunung menjulang, jalan berbukit,…langit masih biru, bersih. Hawanya sejuk sekali, bahkan hari pertama ketika melewati Padang Panjang, saya sampai kedinginan banget…dan double sweater. Gunung-gunung yang mengelilingi wilayah Sumatera Barat yang nampak oleh saya adalah Gunung Marapi, Tandikat, Singgalang, dan Talang.

Danau juga tidak kalah indahnya, dalam kesempatan ini saya sempat mampir di Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Juga melewati Sungai Batang Hari (Batang = Sungai dalam bahasa minang) dan sungai lainnya yang gak saya ingat namanya. Hehe.

Untuk destinasi wisata lainnya yang sempat saya kunjungi: cagar alam Lembah Anai (Padang Panjang) dan Lembah Harau (Payakumbuh), Gua kelelawar (saya lupa namanya, namun masih dalam perjalanan ke Harau), Trus di Bukittinggi ada Panorama Ngarai Sianok dan Gua Jepang, Benteng Fort de Kock plus Kebun Binatang, Jam Gadang. Ada juga Istana Pagarruyung di Batu Sangkar, trus tempat minum teh dan kopi gratis di daerah Payakumbuh (saya lupa juga namanya, but it’s cool place lah).

Penginapan

4 hari di Minang, 4 hari juga kami berganti-ganti hotel. Icip-icp hotel judulnya! Hahe. Di Padang kami stay di Bumi Minang, di Maninjau (dekt kelok 44) stay di Hotel Nuansa yang lumayan bagus banget pemandangannya, di Bukittinggi tinggal di Pusako dan Novotel. Dari keempat hotel itu yang paling favorit…jelas Novotel! Tapi aneh banget hotelnya, mungkin karena arsiteknya orang Thailand apa gimana…tapi tuh hotel gak punya bentuk aristektur yang jelas…masa kamar kita warnanya ijo bak rumah betawi! Dan resto/ cafe nya nuansa Bagdad/ Arabic gitu…gada tuh sama sekali simbol minang/ tanduk.

Kuliner

Dalam dunia kuliner, Sumatra Barat terkenal dengan masakan Padang dan restoran Padang. Masakan Padang yang terkenal dengan citarasa yang pedas dapat ditemukan hampir di seluruh penjuru Nusantara, dan dapat ditemukan juga di luar negeri. Saya sarankan..dari perjalanan singkat saya, you must to try this foods…

1.       Ketan, Katupe, dan Es Durian

Untuk Es, makan di ”Incek Sinyo” Nan Lamo di Padang (di daerah ’Pondok” kalau gak salah). Untuk katupe..ga ada yang lebih nikmat selain di deket Danau Singkarak! Parah itu..parahhhh! udah murah, katupenya juga gak nahan…..aduh ileran gua. Kalau ketan Durian, makanlah di deket Pasar Alanglaweh. Mantap puun!

2.       Bika

Saya baru tau ada kue bika ini. Ada dua model, pertama model Bika Si Mariana (Padang Panjang) yang agak tidak keras. Sekilas bentuknya mirip dengan surabi…tapi rasanya kelapa gitu. Cara pembuatannya juga ribet, mesti pake bakar-bakar…mirip surabi tapi lebih ribet! (haa…susah jelasinnya). Dan model kedua, bentuknya mirip Muffin! Lebih keras, tapi enak juga sich. Harganya murah, 500-1000.

3.       Sate

Semua sate yang saya makan gada yang sama rasanya…tapi yang jelas semuanya enak! Aahaha. Pertama, sate di deket tapi laut di Kota Padang (ada banyak berkeliaran disana, lumayan buat kongkow bengong depan pantai). Ini rasanya biasa banget, tapi ini pertama kalinya saya maken sate berkuah merah (khas Pariaman kalo gak salah). Trus, sate depan Hotel Bumi Maninjau Padang yang cukup rame pembeli, enak dan dagingnya garing. Sate mak syukur yang jadi idola banyak orang ternyata gak seenak itu!! Kuahnya aneh, ada pait-paitnya, tapi untuk kualitas daging..emmang jempolan banget. Makanlah bersama kerupuk jange’ jumbo..! Yang paling juara adalah…sate Mak Anjang di Bukittinggi!!! Gue gak bisa berkata apa-apa…ini maknyus tiada tara menn..rasanya kayak daging barbekyu gitu! Bumbunya meresap denagn sempurna..dan kuahnya juga pas! Satu lagi yang juga debes adalah sate di jalan pramuka Padang yang berdempetan dengan cendol dan es buah…hmm..nyammm!

4.       Cindua Langkok

Cendol a la Bukittinggi ini jadi ciri khas karena beda dengan cendol yang biasa kita temui. Bahan dasar cendolnya terbuat dari tepung sagu aren yang dicampur dengan tepung beras lalu diberi warna. Untuk cendol hijau digunakan air daun suji, sedang cendol merah menggunakan getah gambia. Uniknya cendol dihidangkan bersama saus gula merah, santan, tape singkong, dan potongan lopis ketan. Masih pula ditaburi emping beras. Ingin tahu rasanya? Hmm… segar! (mengutip dari Jalan-Jalan sedap sekejap). Rekomendasi beli di….Pasar Atas Bukittinggi.

5.       Martabak Kubang dan Mie Rebus di BOFET BANGKA

Martabak terenak sepanjang hidup saya selama 22 tahun dan mie rebus padang terenak di dunia!! Ahhaa…berlebihan banget ya?? Cuman bayangkan..dalam keadaan lapar dan hawa dingin Bukittinggi..kamu makan mie rebus padang dengan kuah oranye menggoda, lengkap dengan tahu, telur cepok garing, tomat, salada

Hidup Sehat ala Chica

June 20th, 2007 by putcha

Hidup sehat adalah pilihan. Kadang emang ada hal-hal yang dirasa "nyiksa" banget. Tokh buat saya hal ini sifatnya fleksibel..gak selamanya kita makan gorengan, donat, coklat, mie instant itu gak baik. Saya juga ogah hidup tanpa makan makanan gak sehat tersebut, Saya hanya mengurangi asupannya saja. Untuk sehari-hari…( 5 hari dalam seminggu), saya ada pola teratur untuk makanan. Saya mau berbagi tentang pola makan saya, walau efeknya gak terasa di bobot tubuh (yang kian menaik..dammit! hahueheu!, tapi terasa di organ tubuh lainnya…

Saya suka hidup sehat dan ini adalah pilihan.

Breakfast

Dulu, jaman masih nge-kost..komentar-komentar seputar kebiasaan makan pagi saya yang ‘aneh’ sangat terkenal di seantero kost (terutama kost-an kesatu ampe ketiga…saya pindah kost ampe empat kali..hehe). Makan pagi saya adalah Pepaya! apakah ada yang aneh dengan itu? buat saya pribadi hal itu sangat jauh dari aneh, karena berdasarkan buku dan majalah kesehatan yang saya baca, makan pagi yang terbaik adalah yang kaya serat dan segar..seperti pepaya ini lah salah satunya. Namun, biasalah…sejak kapan orang Indonesia makan paginya buah?? saya memaklumi kebingungan orang2x, dan kekeuh mengatakan bahwa saya gak bisa makan nasi untuk sarapan (bukan hanya alasan pengen kurus)…karena akan menyebabkan kekenyangan yang luar biasa dan kadang jam 10 udah laper lagi (karena karbohidrat itu khan membuat kita cepat lapar lagi, tapi kalorinya tinggi..sedang sayuran dan buah..dicernanya lama kerna mengandung serat tapi rendah kalori).

Tapi sekarang setelah memasuki dunia kerja…makan pagi saya bergeser, jadi roti gandum/ wholewheat bakar + selai kacang + plus irisan pisang dan setengah gelas susu coklat. Cukup mengenyangkan dan tidak membuat lapar sampe waktu lunch tiba. Makan pagi seperti ini saya tiru dari beberpa majalah kesehatan yang menyebutkan bahwa roti gandum lebih kaya serat dan nutrisi dan rendah kalori ketimbang roti putih biasa. Dan dibakar/ di toast diyakini akan mengurangi kalori roti tersebut (entah sampai beberapa kalori). Dan selai kacang diyakini sebagai padanan terbaik untuk roti gandum toast tersebut…menurut food combining. Dan pisang? tentu saja kaya akan nutrisi, karbohidrat baik (bukan karbo jahat), dan serat alami yang dibutuhkan untuk digesting pagi hari. Yummy pula.

Lunch

Entah mulai kapan, yang jelas saya punya kecenderungan untuk tidak mengganti menu makan siang saya hingga berbulan-bulan lamanya. Pernah suatu ketika, saat mengerjakan jaman tingkat empat…setiap hari menu makan siang saya adalah nasi pecel dengan nasi super dikit. Trsu ganti lagi berbulan-bulan jadi makan lotekkk mulu….semua lotek di Bandung pernah saya cobain! (hampir deng…gak semuanya). Pokoknya saya perut lotek banget! lotek ini, mirip sama gado-gado..hanya saja jenis sayurannya berbeza: tidak ada telor, cuman sayuran hijau saja..kadang2x ada yang menambahkan tomat dan kentang untuk camuran bumbu kacangnya. Ketimbang gado-gado, saya jauh lebih cinta lotek.

Begitu pindah ke Jakarta, dan mulai kerja di kantor, menu makan siang harian saya pun tetap sama: Gado-gado! tapi gado-gado ini kadang serba salah juga. Kuah kacangnya kadang kebanyakan banget…kalo gini mah sama aja gak sehat dan gak bisa ngurusin doong! walau saya tau, kacang/ suku polong-polongan sangat baik dan tinggi nutrisi juga…tapi kalo jumlahnya kebanyakan khan berabe tokh. Setelah pindah ke kantor terakhir ini, saya menstop makan siang di luar…hal utama yang saya pertimbangkan adalah:

1. harga gado-gado atau pecel tempe telur (tanpa lontong dan nasi) adalah Rp. 7000-9000.

2. Kadang-kadang sayurannya gak fresh lagi…

3. Jauh…saya harus ke luar kantor, panas..hujan..jorok.. (walau itung-itung keluar ruangan ber-AC bagus juga sih!).

karena itu, terhitung tanggal 1 Mei 2007 saya selalu membawa bekal ke kantor. Isi bekalnya selalu sayuran, campur-campur, warna-warni (menurut buku Toto chan, makanan yang baik adalah yang kaya akan warna! tapi bukan zat pewarna lho…dan tampilan warna-warni itu penting juga untuk meningkatkan selera makan). nah, bibi saya selalu memasukan sayuran ini ganti-gantian: wortel, brokoli, kacangpanjang, buncis, bayam, kangkung, timun, tomat, tempe. Dressingnya adalah: bumbu kacang. Dan tambahan lainnya: telor tanpa kuning telur.

Teman-teman sekantor kerap berkomentar bahwa saya tidak akan kenyang dengan hanya makan ‘begituan’ saja dan "ngapain sih diet2x? gara2x mau nikah? yasutralah…". Sebetulnya pingin nikah memang berhubungan erat dengan keinginan saya untuk nurunin berat badan, but that’s not the MAIN purpose why i chose the menu as my launch. Alasan utamanya is simply as: I want to have a better diet (diet = pola makan bukan diet= pengen kurus). Gitu lah. Dengan menjaga pola makan dari sekarang…niscaya akan memberi hasil baik untuk hari depan nantinya tokh? hehe.

Makan Malam

Ini dia yang paling sulit. Yang paling bagus adalah tidak makan lebih dari jam 8 ke atas. Tapi saya sering melanggarnya euy..walau yang saya makan juga sayur atau buah sih…tapi tetep aja, kalo di makan jam 23? gak bagus juga khan….saya masih suliitt..untuk tidak makan malam.

Daging

Saya bukan vegetarian, dan gak mungkin jadi vege. Hanya asupan daging saya memang saya kurangi sekali…palingan sebulan cuman 3-4 kali makan daging sapi/ ayam. Khusus ikan, saya makan cukup sering karena kandungan omega 3 nya baik dan cocok untuk golongan darah O seperti saya.

Air putih 1,5 liter x 5 botol

Sejak kelas 3 SMA, kebutuhan akan air saya meningkat. Saya kerap dikatain juga ama orang2x karena sellau bawa botol AQUA 1,5 liter kemana pun saya pergi…bukannya apa2x, saya emang dehidrasi dan gak tahan kalo gak banyak minum. Selain itu bibir saya cenderung kering, jadi memang harus minum air banyak2x. Walau 7,5 liter sehari kayaknya kebanyakan ya?? heheuheu….gapapa, saya suka aqua..minuman favorit sedunia lah! dan untuk kehidupan kantor saya yang banyakan duduk dari pada berdiri, minum air putih banayk2x memang yang terbaik. Walau harus bolak-balik WC sebagai konsekuensinya.

Susu dan Teh

Sejak saya menyadari bahwa golongan darah saya tidak cocok dengan susu sapi, saya mengganti asupan kalsium dari susu melalui susu kedelai non gula. Rasanya emang tawar, tapi masih bisa dinikmati kok. Begitu juga dengan teh, teh hijau adalah pilihan teh utama saya, karena khasiatnya bagus dan dapat melancarkan metabolisme. Teh biasa juga saya minum sih, kebanyakan teh tawar hangat yang disuguhkan gratis kalo makan di resto/ warung di bandung..hehehe.

Olah raga dan Jalan Kaki

Saya punya kebiasaan baik banget jaman kuliah. Setiap paginya saya menyempatkan diri untuk stretchingdan yoga…saya lakukan setelah sholat subuh. Dan 3 kali dalam seminggu, saya ke Sabuga untuk lari pagi, bukan lari sih tepatnya….jogging. Karena lari saya lambat sekalii…Ara, Nando, Subki bisa melewati saya samapi 2-3 putaran di Sabuga. Kesian yee? Selain itu, saya suka banget jalan kaki. Jarak Tubagus Ismail- ITB biasa saya lalui tiap paginya. Dengan jalan cepat, asupan oksigen masuk ke otak, dan saya merasa lebih segar dan tanggap dalam mengahdapi perkuliahan! caellahh…heuehuheu, bokis amat..tapi yang jelas kebaisaan jalan dan olah raga pagi ini sangat berpengaruh untuk menetapkan MIND SET POSITIF bagi diri saya.

Sayangnya…sudah setahun belakangan saya tak lagi melakukan kebiasaan baik tersebut…sulitnya bangun pagi dan tidur malam hari menjadi faktor pemicu saya ogah bangun pagi-pagi. Walhasil…badan melar dan otak korslet! SAYA HARUS mulai bangun pagi dan olah raga lagi! Gawatnya selain jarang olah raga..saya juga jadi males gerak!! jalan aja males..

Rokok

Well it’s clearly a big NO NO lah yaa.

Tidur

Saat ini memang jam tidur saya masih 6-7 jam sehari. Dan selalu tidur di atas jam 12…huhu. Susahnya tidur lebih awal…:( Dan saya sangat mendukung perkantoran supaya memperbolehkan karyawan mereka untuk bisa tidur 15 menit antara jam 13-15! menurut penelitian di Harvard, hal ini bisa meningkatkan efisiensi kerja lho! hehe, jadi inget..jaman2x masih self-employee…secara saya bossnya, saya selalu tidur 15 menit setelah makan siang. Heueheuehu. Dan terbuti setelahnya lebih SEGERR!

Naik tangga

Kebiasaan baik ini masih saya lakukan, Saya memilih tangga ketimbang elevator. Alasannya? bakar kalori dan menguatkan otot tungkai! heuheuhahha.

Doa

Hidup sehat dan doa? ada hubungannya? JELAS ADA! setidaknya hal ini yang saya yakini. Bagaimana pun juga…sholat dan doa itu berarti kita mengumpulkan energi dari luar ke dalam diri kita. Dengan berdoa, kita menanamkan hal positif ke dalam diri kita. Efeknya sakti banget, muka kita jadi bercahaya! ehhee..beneran loh ini. Beberapa kali, orang yang bisa melihat aura…mengatakan pada saya bahwa saya memiliki aura yang sangat bagus (duluu…taun lalu). Saya percaya ini efek dari positif image dalam diri kita yang tertanam karena doa tadi itu…Sayangnya akhir2x ini saya males berdoa..AYOO Chaa..!!

Membaca Buku

Ini jelas untuk menyehatkan otak. Bagaimanapun otak butuh nutrisi lain ketimbang zat dari makanan bukan?? walau saya akui, akhir2x ini kebiasaan membaca saya berkurang drastis…semenjak di Jakarta bersesakan di Busway, susah banget mau baca buku..tapi itu bukan excuse! saya tetap selalu membawa buku bacaan atau majalah dalam tas..walau kadang gak kebaca..eheheh. AYoo membacaa!

Mencintai

Hidup penuh cinta dan berdamai dengan orang lain adalah salah satu kunci hidup sehat. Sayangnya…lagi2x…hidup saya saat ini penuh dengan konflik. Gapapa, gak selamanya gak berkonflik itu bagus…kadang kita perlu membiarkan konflik itu ada agar kita dan orang yang ‘diajak’ berkoflik tersebut belajar mengahargai orang lain.

Nah….panjang amat sih…yah, itu lah tips2x sehat ala Chica…eheh..Walau saat ini saya belum bisa menjalani semuanya dengan baik, tapi…pengen kembali ke masa-masa dimana semuanya bisa dijalani sepert yang diharapkan!

Dan yang terpenting…janagn hidup dengan kekakuan…semua aturan bisa dilanggar! saya masih bisa makan daging kalo saya mau..mie..donat…pisgor…cimol…eskrim..coklat…nasi padang..!! aku tak bisa hidup tanpa makanan enaakk…

Semangat Chaa!!!! Lafhyuuu…! (ehuhue…ini salah satu kunci sehat juga, saya kerap mengatakan bahwa saya mencinati diri saya…bukan kerna narsis, bagaimanapun…kita memang harus mencintai diri kita bukan?).

Wisata Kuliner #2 ; Destination Surabaya

June 9th, 2007 by putcha

Akhirnya, saat yang dinanti-nanti dateng juga!; tugas keluar kota! huhuy! yeah, mungkin bagi banyak orang, apalah artinya bepergian ke Surabaya…tapi bagi saya ini merupakan kesempatan bekerja sambil jalan-jalan..gratisan!

Oke, singkat cerita, si Surabaya ini ternyata sangat menarik dilihat dari jenis makanan yang tersebar dipinggiran jalan, warung-warung dengan menu: RUJAK, RUJAK CINGUR, GADO-GADO, PECEL tersebar dimana-mana. Sebagai pecinta sayuran, terutama jenis makanan diatas (kecuali Cingur ya…eiiwwwww!), kontan saya mencari informasi; tempat makan pecel yang paling debes dimana. Huks, sayangnya orang-orang yang ditanyain menjawab secara sembarang, artinya gada yang preferable banget.

Yasutralah, setelah beres nge-briefing orang di kantor dan gagal makan pecel di siang bolong…lantas saya bingung…mau kemana. Huhu. Sebatangkara di Sby + gada peta + gak sempet liat2x wikitravel untuk rekomendasi tempat makan! huaaa….komplit pederitaan.

Walau demikian…di tengahh perjalanan dengan langkah gontai, saya sempat menyeruput Es Dawet pingir jalan. Mbok2x gitu deh..asli, gak enak..huhu. Tapi mayanlah, membasahi tenggorokan ditengah cuaca yang panasnya minta ampun..1000 perak pula! murah ya.

Dari sana saya memutuskan naik becak ke Delta Plaza daerah kota. Ditengah perjalanan saya stop becak di tempat yang paling rame dikunjungi pembeli. Kebetulan saat itu yang dilewatin adalah SOTO MADURA GUBENG POJOK ASLI namanya. Berhubung laper banget, langsung aja "Cak, kiri-kiri..! saya berenti makan dulu", Cak becak cuman tersenyum penuh arti (yang ternyata gara-gara hal ini, dia minta bayaran lebih! nungguin gue makan! hiii..sebell). Anyway, pesenan saya jatuh kepada Soto daging tanpa telur….Hmm..Sungguh maknyus dagingnya, empuk sekali..walau demikian saya merasa tetep ada yang kurang, enak, tapi tak terlalu spesial. Untuk 9000 rupiah dengan nasi, saya rasa harganya cukup pas.

Cukup kenyang, saya mampir ke Delta Plaza. Di sana saya numpang baca di Gramedia untuk cari tempat yang patut dikunjungi di Sby. Pilihan pertama jatuh ke Masjid Muhammad Cheng Hoo. Langsung lah saya kabur ke sana untuk sholat zhuhur dan ashar sekalian. Usut punya usut di sana selain masjid ada TKnya juga! lah…salah paham eike…kirain masjid tersebut adalah bangunan bersejarah peninggalan Cheng Hoo. Ternyata kagak..masjid tersebut baru dibangun tahun 2003 atas nama Yayasan Muh. Cheng Hoo. Huehueh. Gapapalah, toh masjidnya bagus, unik sekali, bergaya china dengan warna-warni merah, hijau…hu…

Dari situ, saya dianter mang-mang Masjid Cheng Hoo (namanya Bang Awik-gak penting ye..eheu) ke Es Krim Zangrandi, yang terletak di seberang bioskop Mitra dan Balai Kota Sby. Es krim ini konon sudah berdiri sejak jaman belanda…dan memang enak. Lebih enak dari pada Ragusa di Monas sana. SDaya memecan Macedonia Chocolat Crash (pake choco chip). Tapi ternyata ada rumnya, dan cukup kuat aromanya….waduh, bisa gawat nih kalo diterusin makan…dosa gak ya…Yah, walau demikian, tuh es krim tandas juga akhirnya!haha.

Setelah es krim beres, dan berniat nyebrang untuk nonton "3 Hari untu Selamanya", eeh..si Andy Putra Sparingga dateng! dan berhubung dia juga udah napsu banget makan Es Krim, saya merasa kuranga afdol kalo dia makan sendiri…hehe, akhirnya saya makan sesi dua buat dessert! kakakakla…yang saya makan kali ini bungkusnya SUPER unikk banget!! berasa makan di jaman 60-an, nama es krimnya:  Pezzi Duri rasa Vanilla Chocolate….slurrpp…debesss!

Dari sana, kami lanjut makan di Pasar Atuum. Disana kita makan LONTONG BALAP Ny. Martha. Edan, kali ini bener2x maknyussss buanget! lontong balap berisikan: lontong, tauge, bihun, kuah manis yang anmpak seperti kuah pempek, pake ebi, dan bawang, Sungguh dahsyat. Satu porsinya 9000 juga. Pas!

Di Pasar Atuum terdapat banayk jenis jajanan. Bagi yang diet dilarang keras masuk pasar ini. Hehe. Setelah lontong balap, saya hajar langsung dengan jajanan pasar Cakue (yang terkenal banget, tapi lupa namanya), Roti keras (ada istilahnya, tapi lupa juga…kagak enak!), Kuweh Dollar (unik, ciamik, pas buat oleh2x..tapi mahal! setengah 15 ribu), dan kuweh tusuk isi coklat (semacam Churros).

Setelah perut membumbung dan penuuuhh…saya putuskan untuk beristirahat di warnet Igloo. Letaknya gak jauh dari Universitas Airlangga. Dari sana, saya dijemput Erna untuk makan malam.

Sebelum makan besar, kita mampir ke Igor’s pastry. bagus sekali…mirip Pandor’s dan Harvest di Jkt. Tapi hebatnya si Igor’s ini menyediakan juga es krim home made, roti, puding, cake, dan kue kering. Sayang mahal….tapi yowes, lah…demi kepuasan kulier, saya beli juga puding dengan embel-embel "sugar free and egg free". Enak dan spesial.

Lalu..Pilihan dinner jatuh ke masakan seafood. Tempat makan sifud ini ga terlalu rame, tapi mantafh di lidah! saya dan Erna sepakat untuk memakan nasi porsi setengah dan memesan 3 jenis saja: kangkung, cumi goreng tepung, udang bakar. Udang bakar ini enak banget, dagingnya empuk dan bumbu pedasnya udah meersap sekali ke si daging, jadi rasanya menyatu…dan pedesnya pas! sedangkan cumi goreng tepung, bumbu padanananya juga mantafh. Disini rada mahal..berdua abis 83000. Yah…tapi worth it!

Kenyang. Saya dan Erna memutuskan lanjut ke HOUSE OF SAMPOERNA yang untuk kesanannya membutuhkan pengorbanan yang amat sangat..hehe, karena nyasar boo…tapi sesampainya disana..wuhuuu! manis sekaliii….MUSEUM nya buka ampe jam 22, dan gratisan. Masuk ke sana langsung tercium aroma tembakau yang cukup kuat..tapi sumpah, bagus banget dan i respect the Sampoernas la…dari sejarahnya, ternyata Sampoerna dah berdiri dari tahun 1900-an awal. Antik banget. WC-nya bagus juga! hehe. Aduh…! cuman satu penyesalan!…gak bawa kamera…hiks.

Selesai petualangan hari pertama.

Hari kedua, saya cuman berhasil membeli NASI PECEL BU JOYO (Jl. Pandegiling) yang rameee…dan mahall! 15 ribu cuy! spesial, but i don’t like it that much. Mungkin kerna gada telurnya kali ya?? empalnya buanyak banget dan taugenya dominan. satu porsi cukup untuk 4 orang. Kuli abis. Trus satu lagi sebelum cabs ke bandara, saya menyempatkan makan di Rawon Setan depan JW Mariott. Nah ini…baru maknyuss!! dagingnya juicy, kuahnya gurih, dan nikmat dimakan dengan kerupuk kampung. Gak heran, di warungnya banyak banget pajangan foto artis-artis papan atas yang berfoto dengan anak pemilik warung.

Huaaa….sungguh puas! (dan ampe jakarta langsung stress melihat angka ditimbangan…hu..dalam 1.5 hari…gue naek 2kg! ini baru maknyesssh….).

Pockemon Crew; Histeria Hip Hop-ers

May 29th, 2007 by putcha

Setelah sempet kecewa mati-matian karena ketinggalan nonton penampilan ‘Cie Pockemon Crew’ -kelompok hip hop asal Lyon,Perancis-  dalam tarian yang berjudul “Si..Sii!’ di Graha Bakti Budaya TIM hari Selasa minggu lalu, ternyata saya memang berjodoh sama mereka. Hehe. Yeah, hari Sabtunya dengan tidak disengaja saya bump dengan one of the Pockemon crew di CCF Bandung. Mereka tampil di Taman Budaya Dago (the same place as KoC 2006 concert), dengan harga yang jaaauuh lebih murah! (yeah, hidup Bandung!); cukup 10 ribu saja dan 5 ribu bagi mereka2x yang masih duduk di bangku kuliah. Murah bukan?? >>Compare with Jakarta: 50rb!<<.

Dengan harga 10 ribu, nyatanya saya dihadapkan pada kekecewaan selama kurang lebih 2 jam. Ya, mereka molor 2 jam cuy!!(padahal waktu saya datang, seharusnya mereka sudah tampil 30 menit lho!). Hmm, untuk kelompok hip hop yang digembor-gemborkan menyabet berbagai macem gelar di kejuaraan-kejuaraan kelas dunia -World Champion (Hanover-Jerman) pada 2003, Champion of Europe Freestyle Session dua tahun berurut-turut (2004 dan 2005), Winner of the Free Style Session (seul, Korea) pada 2005, dan Winner of the UK Bboy Championship (London, Inggris) 2006 (sumber: kapn lagi.com)- kok bisa ya mereka ngaret dengan alasan “Sedang latihan Mbak Pockemonnya”. Padahal pukul 18.30 mereka harusnya udah mulai, jam 19.30 penonton masih antri diluar!

Parahnya lagi, orang yang duduk disebelah kanan saya selama menonton sudah manyun sekali. Saya merasa bersalah mengajak dia.Tapi yasutralah, pasrah saja, toh selama 1 jam penonton dihibut dengan performance anak-anak hip hop lokal Jawa barat –Bandung, Garut, Tasik, dsb-  yang lumayan memukau! Koreografinya bagus dan banyak yang gantengnya pula! Hehe. Jadi gak kecewa-kecewa amat.

Dan pukul 21-an, tiba-tiba ruangan menjadi gelap. Tuk..tukk..munculah tangan-tangan, kaki-kaki yang bergerak-gerak fantastis dalam cahaya ‘Glow in the Dark ‘ yang dihasilkan dari pakaian yang mereka kenakan. Semua berdecak kagum. Dan selama 45 menit mereka perform. Memang tidak pernah berhenti hysteria dan tepuk tangan penonton mengiring pertunjukan tari mereka yang luar biasa. Aduh, susah ya mendeskrisikan tarian macam apa yang mereka lakukan disana…yang jelas kombinasi dari acrobat, hip hop, senam, yoga,…!

Anyway,Pockemon Crew terdiri dari Riyad Fghani, Yann Abidi, Georges Fagbohoun, Ali Ramdani, Brahim Zaibat, Moncef Zebiri, Hyacinthe Vallerie & Daniel Tean. Kedelapan-lapannya masih tampak muda dan berbody mantfaf surantafh *long breath taking*.

Sayangnya saya gak bawa kamera. Dodol banget lah! Lightingnya oke banget padahal. Walo panggungnya amburadul…yah, next time lah. Mungkin saja kali ini saya menontonnya di Lyon. Hehe. Amin.Amin.

Wisata Kuliner #1

May 20th, 2007 by putcha

Ada yang istimewa di hari Minggu kali ini. Setelah sesiangan sempet bingung gak tau mau ngapain-secara batal ikutan seleksi BoY 2007 dan bangun kesiangan melewatkan sesi Hata Yoga-, akhirnya penyelamat gue hari ini menelpun. Si Tante Banda dari gang The Bancis.

Yeah, walo waktu ngangkat telpon dari dia sempet gak yakin dan males-malesan untuk beranjak dari nonton Heroes #17 (iya, gue emang telat), akhirnya toh gue bergegas cabut ke Wahid Institute.

Well, untuk mempersingkat cerita..setelah berembuk dan bingung mau kemana-mananya…kita memutuskan untuk makan dessert dulu di Harvest Thamrin. Disana, minuman yang dicoba gak cukup bervariasi ; gue, Inay, Seno, Iv pesen Faluda lalu Banda dan Gilang (temennya Banda yang bodynya 11/12 ama Ivan) pesen Teh Tarik dan Latte.

Faluda itu semacam minuman Bandung (iya, kalo di Singapore dan Malaysia namanya Bandung); berwarna pink dengan campuran es-krim vanila+ kacang es-krim (entah apa itu jenisnya)+ kolang-kaling+ sesuatu yang seperti telor ikan (euuww, gue lupa namanya..kenyal2x). Menarik. Itu minuman favorit Ayah kalo makan di Harvest. Tapi cukup mahal. 27500. Yakh. Tak apalah, sekali-kali ini ya Chaaa…

Berangkat dari Harvest dengan penuh napsu ingin segera mencicipi bubur kepiting di Kwang Tung, Pecenongan. Hmm..jarang-jarang gue makan kepiting! secara gue juga agak gak yakin kalo kepiting itu halal di makan (dia khan hidup di dua alam..). Yah, kali ini gue belaga bego aja, dan gak nyesel..gue nambah mulu buburnyaaaa…weenakk, Maknyuss!! (kalo kata Om Bondan).

Huah. Kenyang, dan puas dengan 50 ribu saja, hehe (tapi secara gue padangnisme, harga segitu cukup mahal lah…).

Owaigghh! cant wait for the next wiskul the banc!

Weak week

May 19th, 2007 by putcha

Ugh.

Gue gak pernah merasa se-sewotan ini. Padahal kalo diteliti lebih lanjut..gue gak sedang PMS -yang kerap dijadikan pembenaran oleh para wanita ketika terjebak dalam situasi yang sensitif tapi gak berlaku buat saya dan pacar-, gak lagi ada masalah yang segitu beratnya, kerjaan juga biasa aja-….yaaa….yang namanya kerjaan stress gitu-gitu lah….trus apa dong?? kenapa minggu ini gue sampe berantem ama banyak orang…terutama orang-orang terkasih. Hugh.

Apa karena stress berat badan?? haduh, itu lagi….itu mah biasa.

Stress gada duit??…yah, itu mah lebih biasa lagi.

Stress karena iri, dengki, dan sirik mungkin???….ehm, gak juga!saat ini gada yang pengen diiriin dari siapapun.

Jadi karena apa dong? apa?? haduh…ngetik ini juga sampe emosi. Karena gue bener2x gak punya alasan yang cukup masuk akal kenapa gue bisa se-stress ini.

Humph.

Yasudahlah…aku butuh kembali ke rutinitas jaman 2005. Olah raga dan Yoga. Exactly what i need, eh?

In a manner of speaking about Nouvelle Vague

May 11th, 2007 by putcha

Aku menggila. This gig was awesome! setelah sempet males banget dateng dikarenakan mendengar isu2x tidak penting yang mengatakans bahwa shownya mereka (NV) jelek, mau gak mau dengan lemas daku tetep menjabani gig ini. Dan gak rugi booo 250 rebet! Apalagi dapet viewnya pas DITENGAH panggung depan kolam, surrounded by those bules perancis (gak ngaruh sih, but once they blocked my view with their tall body!). Anyway, about this band…am gonna review it based on some references i read.

Nouvelle Vague’s self-titled album on  2004 ( I haven’t heard about their new album "bande a part") was a remarkably satisfying listen considering the concept - acoustic bossanova covers of new wave and post-punk classics. My all time fav are:  "Love Will Tear Us Apart" (yeah, who doesn’t?) and "I melt with you" (which also my fav track in Mr&Mrs.Smith soundtrack).

Marc Collin and Olivier Libaux handle all of Nouvelle Vague’s music (I just knew about this!sementara yang gue foto2x cuman les chanteuses-nya doangs!), with a rotating cast of French singers handling the vocals. They brought  Phoebe Killdeer "the theatrical suster ngesot" and Melanie Pain "Kaitlyn" with them on Jakarta tour, but both had great stage presence ( I can say, this was the best music concert that gave you such a theatrical performance, very berry great!). They started the show with….i forgot! (short term memory lost i guess..hee). Hmm..but let’s say (not in the right order), the played The Cure’s "A Forest" and they played most of the album (2004) - "Just Can’t Get Enough," "Love Will Tear Us Apart," "Making Plans for Nigel," , "Teenage Kicks," and more…(but puhleaseee..they didn’t play my fav one: I MELT WITH YOU!!). They also played some new ones (from bande a part), including "Dance with me" - which was REALLY good (me, vinaclanir, and some of her friends was follow Phoebe and Melanie dances..with clap here and there). But "Too Drunk To F*ck" is the tune everyone will remember from this show..we repeated saying "Drunk and F*ck"..again..again…and again…hahakks.

This isn’t the kind of show that’ll blow your mind, but it was definitely entertaining. Grand Kemang with its poolside concert is such a good combination with the music tune.

All in all, a good time. I met some of my labs batch-mates, there were Anggia, Opik-Tania, Mega, Ykha, and some fellows junior from junior+high. Ada juga Pipu, temennya Aradea en Ria, humm…soooo many public figures (compare with other concerts i ever went to).Debes lah. Apalagi along the concert, next to me was my clanirest friend: Vina -yang baru kuketahui that she’s really famous lah (hee)-.  Danke vins also the tebenganisme ke pulomas. Lafhyuuhh.

(My pictures are a little blurry, so i’ll wait for Vina’s pics soon laaa)